Doa Nabi Zakaria AS untuk Meminta Anak Keturunan
حرَبِّ
هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Robbi
Hablii Min Ladunka Dzurriyyatan Thoyyibatan Innaka Samii'Ud Du'Aai
Ya Tuhan kami,
anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
(Al-Furqan: 74).
رَبِّ
إِنِّي وَهَنَ العَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُنْ
بِدُعائِكَ رَبِّ شَقِيّاً * وَإِنِّي خِفْتُ المَوالِيَ مِنْ وَرائِي وَكانَتِ
امْرَأَتِي عاقِراً فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيّاً * يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ
آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً
Artinya :
Ya Tuhanku,
sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku
belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya
aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang
yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, yang akan
mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya
Tuhanku, seorang yang diridai.
رَبِّ
لاَتَذَرْنِىْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُالْوَارِثِيْنَ
Artinya :
Wahai Tuhanka,
janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat)
dan Engkaulah jua sebaik-baik yang mewarisi