Keong


Suatu hari ada seorang Pemuda yg diberi TUHAN tugas untuk membawa keong jalan-jalan.


Pemuda itu tak dapat jalan terlalu cepat,
sbab keong itu jalannya lambat sekali.


Keong itu sudah berusaha keras merangkak,
tiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.


Pemuda itu mendesak, menghardik, memarahi keong tsb.
Keong memandangnya dgn pandangan meminta maaf, serasa berkata:
“Maaf, nih aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!”


Pemuda cuma menggerutu sambil berkata,
“Mengapa TUHAN memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya TUHAN, mengapa?
Langit sunyi senyap sekarang.
Biarkan saja keong merangkak di depan, aku kesal di belakang”


TUHAN hanya menjawab,
“Pelankan langkah, Tenangkan hatimu..”


Tiba-tiba tercium aroma bunga,
ternyata adalah sebuah taman bunga.
Pemuda itu merasakan hembusan sepoi angin,
ternyata angin malam demikian lembut.


Ada lagi…
Dia dengar suara kicai burung, suara dengung cacing.
Dia lihat langit penuh bintang cemerlang..


“Mengapa dulu aku tak pernah merasakan semua ini?” tanyanya dalam hati


Barulah pemuda itu teringat,
mungkin dia tlah salah menduga!!
Ternyata TUHAN meminta keong menuntunnya jalan-jalan,

sehingga dia dapat memahami & merasakan keindahan taman yg tak pernah dia alami kalo dia berjalan sendiri dgn cepatnya.