Prioritas Dalam Bersedekah


Sedekah dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berarti sesuai dengan ajaran Al-Qur’an yang bersumber dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177 yang memiliki arti :

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada Surat Al-Baqarah ayat 177 tersebut, ada sedikitnya dua hal dalam bersedekah yang dapat kita garis bawahi sebagai prioritas, yaitu bersedekah dengan memberikan harta yang kita dicintai dan memberikan sedekah sesuai dengan urutan penerima.

Memberikan harta yang dicintai selain mendatangkan pahala atau kebajikan yang sempurna juga akan mendatangkan kebahagiaan dan meminimalisir terjadinya ketersinggungan dari pihak penerima. Sebagai contoh, kita memiliki niat baik ingin memberikan pakaian kita kepada orang lain, namun pakaian yang akan kita berikan kondisinya sudah lusuh. Hal tersebut dapat menyinggung perasaan orang lain dan memungkinkan orang tersebut berpikir “serendah ini kah saya dipandang sehingga hanya pakaian lusuh ini yang pantas saya kenakan?”. Untuk itu, dalam bersedekah berikanlah sesuatu yang baik (dalam kondisi yang layak). Hal ini dapat kita lakukan dengan terlebih dahulu bertanya kepada diri kita sendiri “apakah kita mau menggunakan ini ketika kita diberi oleh orang lain?”.

Prioritas dalam memberikan harta yang dicintai juga telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan dalan Surat Ali ‘Imran ayat 92 yang memiliki arti :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Berdasarkan golongan penerima sedekah, maka urutan prioritas penerimanya adalah :

Kerabat yang fakir (keluarga)

Anak yatim yang fakir

Orang miskin

Musafir

Orang yang meminta-minta

Memerdekakan hamba sahaya

(Roidah Zihni Adzani/Amalmulia)