Allah swt berfirman dalam kitab-Nya yang mulia;
قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ لأقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلافٍ وَلأصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ (٤٩)قَالُوا لا ضَيْرَ إِنَّا إِلَى رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ
(٥٠)
“Fir’aun berkata: “Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya Dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya”. Mereka berkata: “tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya Kami akan kembali kepada Tuhan Kami.” (Asy-Su’ara: 49-50)
Inilah kebijaksanaan Allah pada makhluk-Nya. Karena itu, wajib bagi setiap mukmin untuk mencari faktor-faktor dan kemudian percaya penuh kepada Allah. Sedekah dan Istighfar ialah teremasuk dari sekian faktor yang dengannya dapat diperoleh suatu kesembuhan dengan izin Allah swt. Berikut ini adalah suatu peristiwa yang terdapat dalam kitab-kitab hadits.
Pemandangan4Abu Hanifah meriwayatkan sebuah hadits dalam Musnadnya, Jabir bin Abdillah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Nabi saw dan bertanya kepada beliau saw, “Wahai Rasulullah, aku belum memiliki dan dikaruniai seorang anak pun?” Maka Rasulullah saw menjawab, “Sesuai dengan banyaknya istighfarmu dan sedekahmu, maka engkau akan diberi rezeki (anak) karenanya.”
Akhirnya laki-laki itu pun mulai memperbanyak bersedekah dan beristighfar. Jabir berkata, “setelah itu, laki-laki tersebut dikaruniai Sembilan anak laki-laki.” (Lihat Musnad Abu Hanifah; Syarhu Malaa alal Qaari’)
Syaikh ‘Aidh Al-Qarni berkata dalam sebagian ceramahnya, “Diantara hal yang membuat iba ialah ada seorang yang mandul, tidak mempunyai seorang anak pun. Para dokter tidak mampu lagi menanganinya dan ilmu kedokteran pun tidak dapat menjawab masalah ini. Orang itu lantas menanyakan hal tersebut kepada salah seorang ulama. Maka orang alim itu menjawab, ‘hendaknya kamu banyak-banyak beristighfar di waktu pagi dan sore. Sebab, Allah swt berfirman mengenai orang-orang yang selalu beristighfar;
وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
(١٢)
“Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh: 12)
Setelah itu, orang itu pun memperbanyak istighfar dan mengerjakannya secara continue. Sehingga Allah berkenan memberikan keturunan yang shaleh kepadanya.”
[WARDAN/@abuadara]