1. Hubungan Antara Serat Bagawat Gita dengan Serat Maha Barata
Serat Bagawat Gita adalah merupakan bagian dari Serat Maha Barata bagian yang ke enam yang menjadi inti sari dari Serat Maha Barata.
Di depan telah disampaikan bahwa ajaran-ajaran yang termuat di dalam Serat Bagawat Gita sesungguhnya berisi ilmu pengetahuan yang sangat luhur, yang merupakan anugerah yang tiada bandingnya dalam masalah keluhurannya yang diturunkan oleh Pangeran kepada manusia yang telah mendekati kesempurnaan hidup di dalam evolusi kehidupannya.
Oleh karena ajaran-ajaran di dalam Serat Bagawat Gita serta petunjuk-petunjuk di dalam Serat Maha Barata menjadi gambaran atau lambang dari perjalanan evolusi jiwa manusia pada tingkat yang terakhir, sehingga dapat diartikan bahwa Serat Maha Barata juga berhubungan dengan jalan evolusinya bagi jiwa manusia.
Pernyataan demikain tidak meleset. Kata Maha bermakna agung, sedangkan Barata, pada awalnya bermakna saudara tua laki-laki. Jadi rupa-rupanya maknanya ada hubungannya dengan maknanya kata Brother dalam baha Ingris, Broder dalam bahasa Belanda dan Bruder dalam bahasa Jerman.
Sehingga Serat Maha Barata sesungguhnya lambang dari riwayat singkat sejarah dari evolusi jiwa manusia agung, yaitu manusia yang telah berhasil menyelesaikan kodrat evolusi jiwanya, manusia yang telah bisa membuktikan dengan cara menjalankan sendiri panunggaling Kawula Gusti.
Manusia seperti itu tidak lain adalah Para Nabi Agung, Para Maharsi, Para Bodhisatwa dan Para Budha. Jadi sesungguhnya Serat Maha Barata adalah uraian yang dibuat sebagai perlambang atau Allegori terhadap satu kalimat yang sangat berarti di dalam Ajaran Agama Islam yaitu kalimat sebagai berikut:
“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un”, yang bermakna dari Allah asalnya dan kepada Allah kembalinya. Makna demikian semakin jelas di dalam cerita wayang atau cerita Padhalangan yang jelas-jelas bersumber dari cerita Maha Barata.