Cerita Padhalangan


III Cerita Padhalangan dapat dibagi menjadi 6 bagian pokok, yaitu:

1. Jaman Kadewan: Berisi cerita-cerita sebagai lambang terciptanya Macrocosmos atau Kabir atau Jagad Besar.


2. Cerita Sang Hyang Winu menitis menjadi Ikan, Kura-kura, Singa, Manusia Cebol, dan Rama Bargawa – manusia tinggi besar yang selalu membawa senjata Kampak.

Cerita-cerita tersebut menjadi lambang terciptanya semua jenis hewan dan manusia di bumi, juga bisa dianggap sebagai lambang bayi yang masih berada di dalam kandungan seorang Ibu.


3. Cerita mengenai anak turunnya Bathara Brama sampai kepada Abiyasa yang menjadi lambang terciptanya Microcosmos, Alam Saghir atau Jagad Kecil.


4. Cerita mengenai anakturunnya Abiyasa yang menjadi lambang Evolusi jiwa manusia sampai kepada kedewasaan jiwanya ketika di dalam jiwa manusia mulai tumbuh niyat untuk mencapai kesempurnaan hidup.


5. Wirid-wirid atau Ajaran-ajaran yang termuat di dalam Serat Bagawat Gita, adalah merupakan ajaran-ajaran yang mengajarkan bagaimana cara langkah manusia untuk bisa mencapai kesempurnaan hidup dan watak yang bagaimana yang perlu dipunyai agar cita-cita tersebut bisa terlaksana.


6. Cerita mengenai Perang Brata Yuda, sebagai lambang proses penghancuran sifat Angkara Murka, serta watak yang tercela, yang menjadi penghalang untuk bisa menggapai cita-cita manusia pada tingkatan yang terakhir yaitu Panunggaling Kawula Gusti.



Menu