IV. Ringkasan Cerita Padhalangan Bagian I.
1. Adam berada di Kaswargan atau sorga.
Pangeran masih berada di sonyaruri (tempat yang tiada gerak) jagad belum tercipta, papan dan jaman, terang dan gelap belum ada. Belum ada apa-apa.
2. Adam mendapatkan pasangan yaitu Babu Kawa. Kata kawa di sini berasal dari kata Arab, yaitu Hawa yang mempunyai arti suatu keinginan atau karsa. Pangeran berkehendak untuk menggelar Jagad Raya.
3. Nabi adam dan Babu Kawa sama-sama memakan buah larangan yaitu buah kebaikan dan buah kejahatan. Ini menjadi lambang awal dari adanya Dwi Tunggal yang selalu berpasang-pasangan.
Seperti, kebaikan dan kejahatan, atas dan bawah, jauh dan dekat, panjang dan pendek, positif dan negative, dan seterusnya-seterusnya sehingga setelah Nabi Adam menikmati buah kebaikan dan kejahatan, Adam dan Hawa kemudian diperintah untuk turun dari Sorga. Ini sebagai tanda telah terciptanya Jagad Raya yaitu dunia maya ini.
4. Adam dan Hawa berputra Nabi Sis.
Ini bermakna sebagai perlambang tumbuhnya kesadaran diri di dalam jiwanya Macrocosmos. (Nabi Sis dalam Agama Islam adalah anak ke 6 yang dalam Serat Paramayoga karangan Ronggo Warsito, anak turun dari Nabi Sis adalah Penghuni awal Pulau Jawa, selengkapnya anak turun Nabi Adam dalam serat tersebut, sebagai berikut:
1. Sayid Kabbil alias Kain, dengan Siti Aklimah. (Anak turunya tinggal di Afrika)
2. Sayid Abbil dengan Siti Dammimah.
3. Sayid Israil alias Ngabdullah dengan Siti Sarirah.
4. Sayid Israwan alias Ngabdurrahman dengan Siti Onnah
5. Sayid Basradiwan alias Ngabdulkaris dengan Siti Dayunnah (Keturunannya di Afrika)
6. Sayidina Sis (anak turunnya sebagai penghuni Pulau Jawa)
7. Sayid Yasis dengan Siti Ngawis
8. Sayid Sesan dengan Siti Ngais
9. Sayid Yasmiyan dengan Siti Ramsah
10. Sayid Yanmiyan dengan Siti Yarusah
11. Sayid Suryan dengan Siti Sarriyat
12. Sayid Amman dengan Siti Mahas
13. Sayid Kayumarat alias Sultan Kayumutu dengan Siti Hindunmaras
14. Sayid Akjuja dengan Siti Makjuja
15. Sayid Lata dengan Siti Ngujya (anak turunya tinggal di Cina).
16. Sayid Harat dengan Siti Haruti
17. Sayid Danhab alias Kawakil dengan Siti Danhab alias Siti Khawokhiyah
18. Sayid Bantas alias Asmakil dengan Siti Bintisah alias Asmakiyah
19. Sayid Sus alias Asmail dengan Siti Susiyah
20. Sayid Jamrut alias Malkhail dengan Siti Jamrudah alias Siti Malkiyah
21. Sayid Ajurut alias Tamkali dengan Siti Ajrudah alias Siti Tamkiyah
22. Sayid Adna alias Yahnail dengan Siti Adinnah alias Siti Yahinnah
23. Sayid Harna alias Harnail dengan Siti Amiyah
24. Sayid Samal dengan Siti Samiyah
25. Sayid Ngawail dengan Siti Ngawiyah
26. Sayid Astail dengan Siti Astiyah
27. Sayid Nurail dengan Siti Nuhriyah
28. Sayid Nyhkail dengan Siti Nuhiyah
29. Sayid Nukail dengan Siti Sarkiyah
30. Sayid Sarkail dengan Siti Sarkiyah
31. Sayid Karail dengan Siti Kariyah
32. Sayid Dujail dengan Siti Jujiyah
33. Sayid Katail dengan Siti Katiyah
34. Sayid Arkail dengan Siti Arkiyah
35. Sayid Mrihkrail dengan Siti Mirkiyah
36. Sayid Ardabbil dengan Siti Ardiyah
37. Sayid Sanail dengan Siti Naniyah
38. Sayid Sujail dengan Siti Pujiyah
39. Sayid Salsail dengan Siti Salsiyah
40. Sayid Sahnail dengan Siti Sahniyah
41. Siti Hunun
42. Sayid Sahalnail dengan Siti Sahaniyah
5. Nabi Sis berputra Sang Hyang Nur Rasa. Bermakna sebagai perlambang telah digelarnya alam Cipta, yaitu alam Perasaan.
6. Sang Hyang Nur Rasa berputra Sang Hyang Nur Cahya, yaitu telah digelarnya alam Ripta yaitu alam pikiran.
7. Sang Hyang Nur Cahya berputra Sang Hyang Tunggal ini sebagai lambang Allah Yang Maha Esa.
8. Sang Hyang Tunggal berputra Sang Hyang Wenang ini bermakna bahwa Allah Yang Maha Esa mempunyai sifat Maha Kuasa.
9. Sang Hyang Wenang berputra 1. Sang Hyang Ismaya 2. Sang Hyang Manikmaya. Ismaya adalah Kyai Semar Manikmaya adalah Bathara Guru. Ini sebagai perlambang Gelar dari alam dunia. Maya berarti samar-samar atau tidak nyata Sebab selalu mengalami perubahan-perubahan. Ism atau Nama’ ini bermakna sebagai nama atau dalam bahasa jawa sebagai Jejer. Lahirnya Ismaya melambangkan telah digelarnya semua yang maya atau samar-samar, yaitu yang tidak nyata yang adanya karena mengada yang berasal dari Panca Indra Kita. Ini tiada lain adalah alam dunia ini yang sesungguhnya adalah Alam Yang Tidak Nyata.
Manik Maya bermakna inti sari yang maya tersebut di atas. Yaitu daya kekuatan atau daya hidup yang menggerakan, yang meliputi dan menguasai semua yang ada dan mengada di dunia ini.
10. Shang Hyang Ismaya berputra Bathara Surya (Matahari) Bathara Candra (Bulan) Batari Mahyati (Bumi) Bathara Yama ( Bintang Hanggara atau Mars) Bathara Darmanastiti (Bintang Budha atau Merkurius) Bathara Kamajaya (Bintang Sukra atau Venus) dan seterusnya. Ini sebagai perlambang telah terciptanya semua bintang dan semua planet. Dalam cerita Padhalangan yang disebutkan hanyalah bintang dan planet yang berada pada Tata Surya kita saja.
11. Sang Hyang Manikmaya berputra Bathara Sambu, Bathara Brama, Bathara Bayu, Bathara Indra dan Bathara Wisnu. Ini sebagai lambang telah terciptanya anasir-anasir atau unsure-unsur kimia yang menjadi awal mula atau yang membentuk semua yang ada di dunia ini.
Di dalam Serat Maha Barata atau cerita Padhalangan, unsur kimia yang disebutkan hanya unsure dasar saja yaitu yang membentuk atau hanya bisa menyebabkan kehidupan yang ada di dunia fana ini yaitu zat-zat organis.
Sesungguhnya jumlah unsur kimia yang ada sangatlah banyak jumlahnya lebih dari 92 jenis, seperti Timbal, Perak, Emas, Tembaga, Helium, Natrium, Fosfor, Belerang, Radium, Polonium. Namun unsure-unsur terakhbir ini hanya membentuk benda-benda yang tidak bernyawa, yaitu segala jenis batu yang bermacam-macam. Walau sesungguhnya Ekstrak dari semua unsur kimia yang ada adalah jasad manusia, karena manusia adalah mahluk yang peling sempurna.
Mengulang atas keterangan di atas, yaitu bahwa anak turun Sang Hyang Manikmaya adalah yang melambangkan unsure-unsur kimia yang pada umumnya membentuk zat-zat organis.
Bathara Sambu melambangkan unsure Carbon (C), Bathara Brama melambangkan unsure Oksigen (O), Bathara Bayu melambangkan Nitrogen (N), Sedangkan Bathara Wisnu melambangkan Ether atau energy yang merupakan daya kekuatan yang berada pada inti atom yang telah disebut di atas yang bertugas menjaga kemurnia dari atom tersebut, dan juga sebagai daya kekuatan yang menyatukan antara Carbon, Oksigen, Nitrogen dan Hidrogen yang akan membentuk zat-zat organis yang bermacam-macam.
Zat-zat organis kadang-kadang masih juga tercampuri oleh atom-atom atau unsur-unsur zat kimia yang laim walau hanya sedikit Seperti atom unsur belerang atau Sulfur (S).
Sampai di sini, alam dunia telah digelar lengkap dengan segala tumbuh-tumbuhan; semak belukar dan juga semua jenis rerumputan dan yang belum ada adalah jenis sumua hewan dan manusia.