Ringkasan Cerita Padhalangan Bagian II


IV. Ringkasan Cerita Padhalangan Bagian II.

Tetang Penitisan-penitan bathara Wisnu.


1. Bathara Wisnu nitis menjadi Mina (Ikan).

Ini menjadi lambang terciptanya semua kehidupan di dalam air. Sehingga jenis kehidupan hewan air adalah yang pertama ada. Pendapat para pujangga pada jam dahulu yang seperti itu tidak bertentangan dengan pendapat dari para ilmuwan modern sekarang ini.


2. Bathara Wisnu Nitis menjadi Kura-kura.

Sebagai lambang dari awal terciptanya hewan yang hidup di antara air dan daratan, yaitu hewan amphibi dan reptile.


3. Batahara Wisnu nitis menjadi Garuda (Burung).

Sebagai lambang terciptanya bangsa burung.


4. Bathara Wisnu nitis menjadi Landak.

Sebagai lambang awal terciptanya hewan menyusui, jenis herbivore, yaitu hewan-hewan yang mekanan pokoknya adalah rerumputan atau dedaunan.


5. Bathara Wisnu nitis menjadi Singa Barong (Singa).

Sebagai lambang awal mula terciptanya semua jenis hewan yang makanan pokoknya adalah daging (Carnivora).

Sampai di sini dunia telah tercipta dan menjadi tempat kehidupan semua jenis tumbuh-tumbuhan dan semua jenis hewan. Urutan jenis kehidupan seperti tersebut di atas tidak terlalu jauh berbeda dengan pendapat para ahli keilmuan moderen.

Bathara Wisnu kemudian meneruskan penitisannya sebagai lambang awal terciptanya berbagai jenis bangsa dalam kehidupan manusia, dimulai dari bangsa paling tertua, sebagai berikut:


6. Bathara Wisnu nitis menjadi Jenis Manusia Cebol.

Ini menjadi lambang terciptanya bangsa Pygmy. Manusia dewasa Bangsa Pygmy tingginya kurang lebih 130 Cm. Sisa-sisa bangsa Pygmy saat ini yang masih hidup yaitu di Benua Afrika dan apabila tidak salah mungkin juga ada di Papua. Menurut cerita Padhalangan, walaupun Manusia Cebol yang tingginya Cuma 130 Cm, akan tetapi hanya dengan melangkah tiga kali sudah bisa mencapai langit yang tinggi.

Makna yang demikian tidak lain bahwa manusia sesungguhnya harus melewati tiga tataran sifat evolusi dalam jiwanya barulah bisa menjadi manusia sempurna, Insan Kamil.

Tataran yang pertama yaitu tingkatan manusia yang hanya menuruti keinginan dari raga dan perasaannya saja. Tataran Evolusi jiwa yang demikian lebih dekat dengan sifat dari hewan dari pada tingkatan sifat dari manusia.

Tataran yang kedua yaitu tataran manusia yang didalam segala tindakannya lebih memberatkan dari apa yang diperintahkan oleh akal budinya.

Tataran yang ketiga adalah tataran manusia binangun, manusia yang dalam segala tindakannya selalu menuju kepada kesempurnaan kehidupan lahir dan kehidupan bathin.


7. Bathara Wisnu nitis menjadi Rama Bargawa.

Ini menjadi lambang awal dari manusia yang kedua. Rama Bargawa digambarkan sebagai orang bertubuh tinggi dengan berkulit hitam dan tidak pernah berpisah dengan senjatanya yang berupa kampak yang terbuat dari batu. Rama Bargawa adalah sebagai lambang dari manusia pada jaman batu. Bangsa yang demikian yang selanjutnya tumbuh menjadi jenis manusia yang berkulit hitam.


8. Bathara Wisnu nitis menjadi Harjuna Sasrabahu.

Ini menjadi lambang awal terciptanya manusia yang ke tiga, yaitu manusia pada Jaman Tembaga. Menurut cerita manusia tersebut jaman dahulu kala mendiami wilayah Atlantis dan Lamuria yang kini telah tenggelam di dasar Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.


9. Bathara Wisnu nitis menjadi Rama Wijaya, ini menjadi lambang awal terciptanya manusia yang ke empat, yaitu manusia di Jaman Perunggu, yang menjadi cikal bakal dari bangsa berkulit kuning, barangkali saat ini adalah Bangsa Cina, Korea, Jepang dan Mongol.


10, Bathara Wisnu nitis menjadi Sri Kresna.

Ini menjadi lambang terciptanya manusia yang ke lima, yaitu manusia pada Jaman Besi atau Kali Yuga, mungkin sebagai awal dari bangsa berkulit putih.




Menu