Ringkasan Cerita Padhalangan Bagian III


VI. Ringkasan Cerita Padhalangan Bagian III.

Cerita Mengenai Anak Turun Dari Bathara Brama Sampai Dengan Cerita Abiyasa.

Sebelum melanjutkan pada cerita Padhalangan Bagian yang ke tiga, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa: “Siapakah pengarang yang sesungguhnya dari Serat Maha Barata ini? Menurut pendapat yang telah umum, bahwa yang mengarang Serat Maha Barata adalah Seorang Manusia Agung pada jaman dahulu, yang telah mumpuni dalam Olah Ilmu kehidupan dengan amat sangat sempurna, yang bernama Viyasa. Menurut pendapat umum, Viyasa sesungguhnya bukanlah pengarang yang sesungguhnya.

Sebab kata Viyasa berasal dari kata Vi yang berarti telah mumpuni dan kata Yasa yang berarti yang membuat, yang mengarang, yang mencipta, sehingga Viyasa bisa diartikan sebagai Pengarang yang mumpuni. Jadi bukanlah nama dari pengarang yang sesungguhnya.

Nama Viyasa di dalam Serat Maha Barata dalam cerita Padhalangan berubah menjadi Abiyasa. Serat Maha Barata dan Padhalangan sesungguhnya menceritakan cerita dari anak turunya Abiyasa, jadi sesungguhnya adalah menceritakan anak turunnya sendiri.

Jadi dengan demikian Viyasa dalam Serat Maha Barata dan Abiyasa dalam cerita Padhalangan tidak lain adalah menceritakan cerita tentang pendapat-pendapatnya sendiri, sebagai contoh dari cerita dari kehidupan manusia yang telah berhasil menyelesaikan darma dalam menjalankan kewajiban kehidupannya.

Apabila cerita tentang anak turun dari Abiyasa tersebut isinya adalah menggambarkan perjuangan manusia untuk menuju kesempurnaan hidup, sebaliknya bahwa asal usul dari Abiyasa menunjukan sebagai asal usul dari manusia.

Lantaran Bathara Guru dan Bathara Brama, Viyasa (Abiyasa) sebagai keturunan dari Sang Hyang Wenang. Ini jelas menunjukan bahwa menurut Pengarang Maha Barata bahwa manusia sesungghnya berasal dari Allah yang bersifat Maha Kuasa. Ini mengingatkan dalam Ajaran Agama Islam sebagai berikut:

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Pada Serat Maha Barata dan juga pada cerita Padhalangan, Abiyasa selain menggambarkan sebagai wujud manusia juga menggambarkan sebagai wujud dari Jagad Kecil (microcosmos). Jagad Kecil juga sebagai gambaran dari jagad besar (Macrocosmos). Dan juga sebaliknya.

Dalam Jagad Kecil Sebagai Perwujudan Dari Dalam Jagad Besar
Brama Saddhara <-------------> Nabi Adam
Brama Sadtapa / Tritrustha <------------> Nabi Sis
Parikenan <------------> Sang Hyang Nur Rasa
Manumanongsa <------------> Sang Hyang Nur Cahya
Sakutrem <-------------> Sang Hyang Tunggal
Sakri <-------------> Sang Hyang Wenang
Palasara <------------> Bathara Guru
Abiyasa <------------> Bathara Ismaya



Menu