Kau Pasti Tahu
Gelora inginku tuk mencintai-Mu
Begitu besar sehingga
Melafalkan nama-Mu pun aku tak sanggup
Gemuruh di dadaku juga semakin dahsyat sehingga
Semua tersedak berhenti di tenggorokan
Aku ingin melukis tapi
Tak terlukis satu gambar pun
Aku ingin menulis tapi
Tak tertulis satu huruf pun
Aku ingin menyatakan tapi
Tak satu patah kata pun terucap
Kau pasti tahu itu
Wahai Rabb
Kudus,1433H
RINDU
Rasa bergelayut menembus batas waktu
Berhari-hari berbulan-bulan bahkan bertahun
Menerobos ke relung sukma
Mengoyak hati
Menghujam jantung
Rindu itu
Terus mengejarku ke sana ke mari
Di manapun aku bersembunyi
Selalu saja dia temukanKe manapun aku menghindar
Selalu saja dia pergoki
Melantunkan namamu di sudut bibirku
Menyebutmu dalam diamku
Tatap saja sama
Begitu tentram
Wahai lelaki mulia
Tak pernah sanggup aku membayang wajahmu
Wajah yang berbinar
Cahaya di atas cahaya
Sabdamu mendamaikan dunia
Cintamu pada umat begitu dahsyat
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nur fauqo Nur
Wahai Muhammadku
Kudus,1433H
Kataku dan mu
Kataku “Ah, tidak!”
Katamu”Ah, bukan!”
Kataku “Jangan !”
Katamu “Harus!”
Kataku “Tak bisa”
Katamu “Pasti bisa”
Kataku “Aku tak akan kuat”
Katamu “Ini demi rakyat”
Kataku “Ini keterlaluan”
Katamu”Ini harus dilakukan”
Kataku ”ini kebohongan”
Katamu ”Walau bohong harus dilaksanakan”
Kataku ”Mengapa”Katamu”
Karena aku penguasa”
Kataku ”kau tega melihatku sengsara”
Katamu ”itu urusanmu”Kataku ”Jangan! Jangan, Jangan. Aku bisa nekat”Katamu”Okelah, aku tunda saja”
Aku rakyat
Tak akan diam enam bulan mendatang
Tak hanya aku
Tapi
Kami
Kudus,1433H