Allah Menciptkan Tujuh Anggota Badan Manusia


Ketujuh anggota badan tersebut adalah anggota-anggota sujud dalam shalat. Sebagian ulama berkomentar bahwa ada anggota badan paling utama manusia: Otak, urat nadi, otot,tulang, daging, darah dan kulit.

Ahli Isyarat berbicara, bahwa Allah ‘Azza wa Jalla melengkapi manusia dengan tujuh anggota badan. Sungguh, suatu penciptaan yang lebih besar, agung dan unik ketimbang penciptaan alam yang lain, seperti bumi dan langit serta apa yang ada di dalamnya. Betapa tidak! Suatu keterangan menyebutkan bahwa Allah swt. menciptakan tujuh unsur keindahan (kebagusan) sebagai hiasan dan sifat bagi masing-masing tujuh macam makhluk-Nya yang ada di alam langit dan bumi:

1. Kehalusan (lathafah) surga.
2. Keelokan (aflahah) bidadari.
3. Sinar (Dhiya) matahari.
4. Cahaya (nur) bulan
5. Kekelaman (Zhalam) malam
6. Kelunakan (Riqqah) sifat air
7. Kelembutan (diqqah) udara.

Dia menjadikan tujuh unsur tersebut apda satu jenis makhluk-Nya, yakni manusia (Adam dan Hawa), sebagai sifat keistimewaan. Allah menjadikan kehalusan pada ruh manusia, keelokan pada pipinya, cahaya pada wajah, sinar apda sorot matanya, kekelaman pada rambutnya, dan kelemahlembutan pada kalbu dan perasannya. Maka nyatalah, bahwa kejadian alam manusia jauh lebih besar, agung dan unik aripada kejadian bumi dan langit. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang paling sempurna. Terkumpul pada dirinya segala yang tidak pernah ada pada makhluk lain.

Kalau langit memiliki ketinggian, manusia pun memiliki bentuk dan sikap tegak (tinggi). Jagad raya mempunyai matahari dan bulan, manusia juga memiliki dua mata yang bersinar. Jika di galaksi terdapat taburan bintang gemintang, maka pada manusia terdapa tgigi-gigi yang putih cemerlang. Apabila langit menumpahkan hujan, manusia menumpahkan air mata. Jikalau langit mengeluarkan petir, maka manusia mengeluarkan suara bersin. Bila bumi memiliki kemantapan tiada terguncang, manusia memiliki ketenangan. Kalau bumi mengalirkan sungai-sungai, maka manusia mengalirkan keringat. Sedangkan perasaan manusia adalah laksana tetumbuhan.

Jika di langit ada “Arasy”, maka pada diri sang mukmin ada cita-cita yang lebih tinggi dan besar. Di sana terdapat surga nan Indah, di dalam diri sang Mukmin terdapat kalbu yang lebih indah. Karena surga adalah tempat pelampiasan kepuasan kehendak dan nafsu syahwat, yang penjaganya adalah malaikat, Adapun kalbu, ia adalah tempat mukmin ma’rifat, yang pemeliharanya adalah Allah Maha Melihat.

Telah diriwayatkan, pernah seorang Nabi bermunajat kepada Allah Ta’ala: “Ilahi, setiap penguasa (raja) memiliki gudang (kas) perbendahraan. Maka apakah gudang-Mu?”

“Gudang perbendaharaan-Ku lebih besar daripada Arasy, lebih lebar daripada kursi-Ku, lebih semerbak dari pada bau surga, dan lebih megah daripada seluruh kerajaan: hati sang mukmin. Buminya adalah ma’rifat, langitnya iman, mataharinya rindu kasmaran pada Allah, bulannya rasa cinta (mahabbah), bintang-bintangnya detak-detak suara hati, sedang debunya cita-cita (himmah). Adapun temboknya berupa keyakinan, meganya akal budi dan hujannya rahmat (kasih sayang).

Pohon-pohonnya ketaatan, yang buahnya adalah hikmat. Dan semuanya memiliki empat tiang: tawakal, sabar, yakin dan kemuliaan,keperkasaan,keagungan serta harga diri, yang dilengkapi dengan pintu ilmu, pintu keramahan, pintu keridhaan dan pintu kesabaran, yang kuncinya adalah akal pikiran.”

Allah menciptakan di alam ini tujuh langit, sedang bagi manusia Ia ciptakan tujuh anggota badan. Allah menciptakan di alam ini matahari, sedang pada manusia (mikmin) Ia ciptakan ma’rifat hati. Bila di alam ini Allam menciptakan bulan, maka pada manusia Ia ciptakan pikiran. Jika di alam (langit) ini bertaburan butir-butir bintang, maka pada manusia bertaburan ilmu pengetahuan.

Andai di alam ada burung-burung beterbangan, maka pada manusia ada detak hati dan aneka perasaan. Adapun gunungnya (manusia) ialah tulang belulang. Jika di alam ada empat macam air: tawar, pahit, asin dan berbau busuk, maka pada manusia terdapat ludah yang tawar, air telinga yang rasanya pahit, air mata yang asin, dan air hidung yang berbau busuk.

“Dan dalam kejadian dirimu, apakah kamu tidak pernah memandang (memperhatikan) dan memikirkan......?”
(Qs. 5 : 21).

Menu