Secara sederhana aliran silat Gadjah putih Mega Paksi Pusaka dirumuskan sebagai berikut :
SERA - KARI - MADI = RINGAN - KERAS - PERTIMBANGAN
Sesuai dengan sifatnya, paguron Gadjah Putih Jati Wisesa bukanlah paguron baru tetapi paguron pembaharu, karena ajaran yang diberikan kepada murid-murid sama dengan ajaran H. Djaenudin, yang terdiri dari 24 jurus, yaitu :
1. Jurus
2. Susun
3. Potong
4. Sikut
5. Depan Potong
6. Depan Sikut
7. Simur
8. Selup
9. Tebang Atas
10. Tebang Bawah
11. Sangkol
12. Alip Sangkol
13. Sentak
14. Gendong Macan
15. Kwitang
16. Kiprat
17. Stembak
18. Serong
19. Alip Catok
20. Alip Naga Berenang Kedet
21. Dongkari Tunggal
22. Kepruk Dongkari
23. Tending Besok Paksi Muih
24. Alip Tilep Leungit
25. Lube
hingga sekarang Pencak Silat ini sering tampil di event event Passanggiri yang di selenggarakan oleh PPSI, dan setiap tahun nya di adakan Passanggiri se-Gadjah Putih (khususnya di daerah Garut). Jurus-Jurus di atas terlihat indah dengan diiringi alunan wirahma kendang penca dimana jurus-jurus itu dirangkaikan menjadi sebuah rangkaian gerakan yang menunjukkan pertarungan.
Menyadari akan pentingnya suatu kegiatan itu terorganisir dengan baik, maka pada tanggal 19 September 2006 bertempat di Rumah alm Bapak Isep Suwargana, Kp. Cisirung No. 45 RT 03 RW 02, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. dibentuklah kepengurusan paguron Gadjah Putih Jati Wisesa.