18. Yang Dimintakan Perlindungan Oleh Orang Yang Sakit


عَنْ عَائِشَةَ – رَضِىَ اللهُ عَنْهَا – أَنَّ النَّبِىَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يُعَوِّذُ بَعْضَ أَهْلِهِ ، يَمْسَحُ بِيَدِهِ الْيُمْنَى وَيَقُولُ:

« اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا »

Artinya :

Dari Aisyah Radhiyallahu Anha dia berkata; bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memintakan perlindungan untuk sebagian keluarga beliau, lalu beliau mengusapkan kepadanya dengan tangan kanannya sambil berdo’a:

“Adzhibil Ba`Sa Allahumma Rabban Naasi Wasyfii Anta Syaafi Laa Syifaa`A Illa Syifaa`Uka Syifaa`An Laa Yughaadiru Saqama (Hilangkanlah rasa sakit Ya Allah Rabb manusia, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit).”

Penjelasan :

Hadits ini terdapat dalam Shahih Bukhari, bab ath-Thibb, no. 5411

Makna kosa kata :

  • Al-ba’s : kepayahan
  • Lâ yughâdir : tidak meninggalkan
  • Saqaman : rasa sakit.

Kandungan hadits :

Doa nabi kepada orang yang sakit. Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Tidak ada yang bisa menolak balak kecuali doa. Dan doa adalah ruh ibadah.” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya aku mengabulkannya.”

Boleh mendoakan kesembuhan untuk si sakit, barangkali Allah mengabulkan doa seorang muslim kepada saudaranya.