عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَبَذَ النَّبِىَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِرِدَائِهِ فَحَمَّرَ رَقَبَتَهُ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَكَانَ رِدَاءً خَشِنًا فَالْتَفَتَ فَقَالَ لَهُ الأَعْرَابِىُّ احْمِلْ لِى عَلَى بَعِيرَىَّ هَذَيْنِ فَإِنَّكَ لاَ تَحْمِلُ لِى مِنْ مَالِكَ وَلاَ مِنْ مَالِ أَبِيكَ. فَقَالَ النَّبِىُّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –
« لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ أَحْمِلُ لَكَ حَتَّى تُقِيدَنِى مِنْ جَبْذَتِكَ الَّتِى جَبَذْتَنِى ثُمَّ دَعَا رَجُلاً فَقَالَ لَهُ «
احْمِلْ لَهُ عَلَى بَعِيرَيْهِ هَذَيْنِ عَلَى بَعِيرٍ شَعِيرًا وَعَلَى الآخَرِ تَمْرًا »
Artinya :
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia mengatakan, bahwa seorang Arab badui menarik selendang beliau hingga lehernya merah. Abu Hurairah berkata, “Selendang Nabi tersebut terbuat dari kain yang kasar, beliau lalu menoleh ke belakang. Badui itu berkata, “Berikan kepadaku bekal (muatan) pada dua untaku ini. Maka sesungguhnya kamu tidak akan mampu memberikan bekal kepadaku baik dari hartamu sendiri maupun harta bapakmu.” Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian bersabda,
“Tidak. Dan aku memohon ampun kepada Allah, Tidak. Dan aku memohon ampun kepada Allah, Tidak. Dan aku memohon ampun kepada Allah. Aku tidak akan memberimu hingga engkau memberiku hak qishas karena tarikanmu terhadapku.”
Dan setiap itu pula, orang Arab badui itu berkata, “Demi Allah, aku tidak akan memberimu hak qishah untuk itu.” Kemudian Rasulullah memanggil seorang laki-laki dan berkata kepadanya, “Berikanlah bekal (muatan) kepadanya di atas dua untanya ini, berilah gandum untuk seekor unta dan kurma unta unta yang lainnya.”
Penjelasan :
Hadits ini terdapat dalam Sunan an-Nasa’i, bab al-Qiyamah, no. 4780; dan Abu Dawud, bab al-Adab, no. 4775. Dalam riwayat imam Bukhari dari Anas disebutkan, “Kemudian Rasulullah tersenyum lalu memerintahkan seseorang untuk memberinya.”
Kandungan hadis :
Sikap santun dan kelapangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap orang yang telah menzaliminya.